Advertisements

Ban Renang Bayi

Ban Renang Bayi – Berapa lama bayi boleh direndam dalam kolam renang kecil? sebaiknya perhatikan suhu air untuk berendam, jika airnya dingin sebaiknya bayi berendam sebentar saja, tidak lebih dari 3 menit, untuk menghindari masuk angin. Namun jika airnya cukup hangat biarkan saja anak berenang tidak lebih dari 5 menit. Jangan campurkan air madi di kolam bak mandi dengan sabun, sebab bayi sangat gemar memasukkan tangannya yang basah kedalam mulut, air sabun tentu saja tidak baik untuk kesehatan. Semua anak anak menyukai berenang dan bermain air. Berenang membuat anak anak gembira dan motoriknya terlatih. Bahkan para peneliti mengemukakan bahwa berenang bisa diajarkan pada bayi sejak kecil. Melatih bayi berenang bisa membuatnya nyaman dan tidak rewel.

Namun yang pasti faktor keamanan harus selalu menjadi prioritas Anda ketika mengajak si kecil berenang. Berikut hal hal yang perlu diperhatikan saat berlatih berenang dengan bayi Anda. Pertama, lakukan latihan selama bertahap sesuai umur dan perkembangan si bayi. Usia yang tepat untuk mulai melatih bayi berenang adalah mulai bayi usia 6 bulan. Pada usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak dan menyangga tubuhnya dengan cukup baik. Jika bayi merasa takut dan menangis, maka jangan dipaksakan. Ini karena proses belajar renang harus disesuaikan dengan perkembangan fisik dan kemauan bayi Anda. Lama lama pasti keberanian bayi terhadap air akan bertambah bahkan ia akan menikmatinya. Apalagi jika ia merasa kolam renang itu nyaman untuknya. Pilihlah kolam renang yang terjaga kebersihannya, jernih, airnya tidak terlalu dingin, tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Selain itu carilah kolam renang dengan tempat mandi khusus untuk si kecil. Untuk keamanan, gunakan pelampung bayi seperti Neck Ring, yang tepat ukuran dan tekanan anginnya. Dalam melatih bayi berenang, pastikan Anda selalu mendampinginya. Ajari ia menggerak gerakkan kaki dan tangan. Jangan sampai kepalanya te

Jual Pelampung Leher Bayi

Apalagi jika ia merasa kolam renang itu nyaman untuknya. Pilihlah kolam renang yang terjaga kebersihannya, jernih, airnya tidak terlalu dingin, tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Selain itu carilah kolam renang dengan tempat mandi khusus untuk si kecil. Untuk keamanan, gunakan pelampung bayi seperti Neck Ring, yang tepat ukuran dan tekanan anginnya. Dalam melatih bayi berenang, pastikan Anda selalu mendampinginya. Ajari ia menggerak gerakkan kaki dan tangan. Jangan sampai kepalanya terbenam dalam air. Jika bayi Anda sudah tampak menggigil atau kulitnya menjadi putih keriput, segara selesaikan acara berenang Anda. Waktu maksimal untuk si kecil berenang adalah 20 menit. Kemudian, mandikan si kecil dan baluri tubuhnya dengan minyak telon. Pakaikan baju hangat dan susui. Ia pun akan merasa aman dan terlindungi.Jika dilakukan dengan benar dan rutin, melatih bayi berenang bisa mendatangkan banyak manfaat untuk si kecil dan Anda sendiri. Manfaat yang pertama adalah melatih keberaniannya sejak dini. Ketika dewasa ia akan sudah terbiasa dengan olahraga air dan mampu menguasai rasa takutnya. Berenang juga bermanfaat untuk mengasah kemandirian dan percaya dirinya. Yang kedua, renang bermanfaat membantu pertumbuhan otot si kecil karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit. Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya. Selamat berlatih berenang bersama si kecil kesayangan Anda. Baik saat membawa bayi berenang atau mandi sehari hari.

Kemudian, mandikan si kecil dan baluri tubuhnya dengan minyak telon. Pakaikan baju hangat dan susui. Ia pun akan merasa aman dan terlindungi.Jika dilakukan dengan benar dan rutin, melatih bayi berenang bisa mendatangkan banyak manfaat untuk si kecil dan Anda sendiri. Manfaat yang pertama adalah melatih keberaniannya sejak dini. Ketika dewasa ia akan sudah terbiasa dengan olahraga air dan mampu menguasai rasa takutnya. Berenang juga bermanfaat untuk mengasah kemandirian dan percaya dirinya. Yang kedua, renang bermanfaat membantu pertumbuhan otot si kecil karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit. Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya. Selamat berlatih berenang bersama si kecil kesayangan Anda. Baik saat membawa bayi berenang atau mandi sehari hari, Anda tentu harus memastikan dia berenang dengan aman. Bayi berusia setahun atau kurang berisiko besar untuk tenggelam, karena mereka belum bisa mendorong tubuhnya untuk mengambang ke atas permukaan air. Lanjutkan membaca untuk mengetahui cara melindungi bayi Anda di air. Semua anak anak menyukai berenang dan bermain air. Berenang membuat anak anak gembira dan motoriknya terlatih. Bahkan para peneliti mengemukakan bahwa berenang bisa diajarkan pada bayi sejak kecil. Melatih bayi berenang bisa membuatnya nyaman dan tidak rewel. Namun yang pasti faktor keamanan harus selalu menjadi prioritas Anda ketika mengajak si kecil berenang. Berikut hal hal yang perlu diperhatikan saat berlatih berenang dengan bayi Anda. Pertama, lakukan latihan selama bertahap sesuai umur dan perkembangan si bayi. Usia yang tepat untuk mulai melatih bayi berenang adalah mulai bayi usia 6 bulan. Pada usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak dan menyangga tubuhnya dengan cukup baik. Jika bayi merasa takut dan menangis, maka jangan dipaksakan. Ini karena proses belajar renang harus disesuaikan dengan perkembangan fisik dan kemauan bayi Anda.

Yang kedua, renang bermanfaat membantu pertumbuhan otot si kecil karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit. Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya. Selamat berlatih berenang bersama si kecil kesayangan Anda. Baik saat membawa bayi berenang atau mandi sehari hari, Anda tentu harus memastikan dia berenang dengan aman. Bayi berusia setahun atau kurang berisiko besar untuk tenggelam, karena mereka belum bisa mendorong tubuhnya untuk mengambang ke atas permukaan air. Lanjutkan membaca untuk mengetahui cara melindungi bayi Anda di air. Semua anak anak menyukai berenang dan bermain air. Berenang membuat anak anak gembira dan motoriknya terlatih. Bahkan para peneliti mengemukakan bahwa berenang bisa diajarkan pada bayi sejak kecil. Melatih bayi berenang bisa membuatnya nyaman dan tidak rewel. Namun yang pasti faktor keamanan harus selalu menjadi prioritas Anda ketika mengajak si kecil berenang. Berikut hal hal yang perlu diperhatikan saat berlatih berenang dengan bayi Anda. Pertama, lakukan latihan selama bertahap sesuai umur dan perkembangan si bayi. Usia yang tepat untuk mulai melatih bayi berenang adalah mulai bayi usia 6 bulan. Pada usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak dan menyangga tubuhnya dengan cukup baik. Jika bayi merasa takut dan menangis, maka jangan dipaksakan. Ini karena proses belajar renang harus disesuaikan dengan perkembangan fisik dan kemauan bayi Anda. Lama lama pasti keberanian bayi terhadap air akan bertambah bahkan ia akan menikmatinya. Apalagi jika ia merasa kolam renang itu nyaman untuknya. Pilihlah kolam renang yang terjaga kebersihannya, jernih, airnya tidak terlalu dingin, tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Selain itu carilah kolam renang dengan tempat mandi khusus untuk si kecil. Untuk keamanan, gunakan pelampung bayi seperti Neck Ring, yang tepat ukuran dan tekanan anginnya.

Dalam melatih bayi berenang, pastikan Anda selalu mendampinginya. Ajari ia menggerak gerakkan kaki dan tangan. Jangan sampai kepalanya terbenam dalam air. Jika bayi Anda sudah tampak menggigil atau kulitnya menjadi putih keriput, segara selesaikan acara berenang Anda. Waktu maksimal untuk si kecil berenang adalah 20 menit. Kemudian, mandikan si kecil dan baluri tubuhnya dengan minyak telon. Pakaikan baju hangat dan susui. Ia pun akan merasa aman dan terlindungi.Jika dilakukan dengan benar dan rutin, melatih bayi berenang bisa mendatangkan banyak manfaat untuk si kecil dan Anda sendiri. Manfaat yang pertama adalah melatih keberaniannya sejak dini. Ketika dewasa ia akan sudah terbiasa dengan olahraga air dan mampu menguasai rasa takutnya. Berenang juga bermanfaat untuk mengasah kemandirian dan percaya dirinya. Yang kedua, renang bermanfaat membantu pertumbuhan otot si kecil karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit. Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya. Selamat berlatih berenang bersama si kecil kesayangan Anda. Baik saat membawa bayi berenang atau mandi sehari hari, Anda tentu harus memastikan dia berenang dengan aman. Bayi berusia setahun atau kurang berisiko besar untuk tenggelam, karena mereka belum bisa mendorong tubuhnya untuk mengambang ke atas permukaan air. Lanjutkan membaca untuk mengetahui cara melindungi bayi Anda di air.

Menjaga Keamanan di Air di Luar RuanganGambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 11Jangan pernah meninggalkan bayi di dekat air tanpa diawasi.[1] Bayi bisa tenggelam dalam air yang sangat dangkal sekalipun, jadi tidak ada cara yang aman untuk membiarkan dia bermain di air sendirian. Jangan pernah meninggalkan bayi Anda sekalipun hanya beberapa detik dan lokasi airnya dekat. Risiko bayi merangkak dan terpeleset ke bawah terlalu besar.Berpaling dari bayi atau membaca buku saat dia bermain air, sekalipun Anda hanya duduk beberapa meter dari dia, bisa mengakibatkan konsekuensi yang berbahaya. Awasi bayi Anda sepanjang waktu.Jika sudah berkaitan dengan air, entah itu kolam renang, danau, atau bahkan genangan air, sebaiknya jangan membiarkan bayi berkeliaran terlalu jauh, sekalipun Anda mengawasinya. Jaga dia agar selalu ada di dekat Anda.Pastikan ada penjaga di area berenang, tetapi jangan mengandalkan mereka untuk mengawasi bayi Anda. Penjaga harus mengawasi banyak orang, sementara bayi Anda harus diawasi terus menerus. Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 22Pasangi bayi Anda pelampung khusus. Saat berenang, pakaikan bayi Anda pelampung yang akan membuat kepalanya tetap mengambang di atas permukaan air. Gunakan pelampung yang ukurannya pas dengan tubuh bayi. Biasanya ada ukuran untuk bayi seberat 4 Kg ke atas. Jangan pernah menggunakan pelampung untuk dewasa, rakit tiup atau ban, atau mainan air untuk membuat bayi Anda mengambang. Semuanya terlalu besar dan bayi bisa dengan mudah tergelincir darinya. [2]Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 33Tutup dan pagari area perairan. Jika Anda memiliki kolam renang di belakang rumah, kolam ikan, atau tempat air terbuka lain, tutuplah semuanya.

Kolam renang seharusnya dipagari dengan pintu yang terkunci. Bahkan, seember air pun bisa menjadi risiko besar bagi bayi atau balita. Jadi berhati hatilah dengan semuanya.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 44Pastikan kolam renang Anda memiliki sistem keamanan pengurasan. Ketika air dikuras dari kolam renang atau kolam air panas, air akan tersedot. Sistem pengurasan Anda sebaiknya dilengkapi dengan penutup antijebakan atau sistem keamanan sejenis lainnya untuk mencegah bayi tersedot ke bawah air. Mintalah teknisi kolam renang untuk datang ke rumah Anda dan memastikan sistem tersebut dipasang dengan benar.[3]Pastikan kolam renang lain yang mungkin Anda gunakan dengan bayi, seperti kolam renang teman atau keluarga, juga memiliki sistem keamanan seperti ini.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 55Ajari bayi Anda berenang. Kursus berenang biasanya tersedia untuk bayi usia 1 tahun ke atas. Namun jangan pernah beranggapan bahwa jika bayi Anda bisa berenang, berarti dia tidak akan tenggelam. Pengawasan yang terus menerus dan dari jarak dekat harus tetap dilakukan kepada semua umur dan semua tingkat kemampuan berenang. Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 66Praktikkan prosedur keamanan kapal. Semua orang di kapal, termasuk orang dewasa, harus memakai pelampung untuk memberikan contoh yang baik. Bayi yang dibawa naik kapal harus diawasi sepanjang waktu dan jangan sampai memanjat sisi kapal. Sebagai orang dewasa, tugas Andalah untuk selalu mengukur bahaya di air. Andalah yang harus menentukan tindakan selanjutnya:Apakah badainya terlalu besar untuk pergi berlayar.Apakah airnya terlalu dingin, gelombangnya terlalu besar, risikonya terlalu tinggi untuk berenang.Apakah ada perlengkapan keselamatan jiwa yang memadai di kapal atau di pantai (misalnya, ada penjaga pantai).Apakah anak anak lainnya bertindak terlalu riuh di dekat bayi atau balita Anda.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 77Pelajari cara melakukan pernapasan buatan kepada bayi. Dalam kasus ketika anak menelan air dan mulai tenggelam, Anda harus tahu cara menyelamatkannya.

Pelajarilah pertolongan pertama untuk bayi yang tenggelam agar Anda bisa menolong mereka saat terjadi keadaan darurat.[4]Metode2Menjaga Keamanan di Air di Dalam RuanganGambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 81Gunakan cara yang benar untuk memandikan bayi. Isilah bak rendam dangkal dengan air hangat sekitar 3 hingga 5 cm. Jangan pernah membiarkan kepala bayi terendam air ketika Anda memandikannya. Ciduklah air dengan tangan atau gayung, lalu siramkan dengan lembut ke tubuh bayi.Jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan ketika dia sedang mandi. Air sedangkal beberapa sentimeter pun bisa mengancam jiwanya.Jangan menggunakan kursi mandi bayi. Menurut Safe Kids Worldwide, delapan anak per tahunnya tenggelam akibat pemakaian kursi mandi bayi. Bayi, balita, dan anak anak bisa dengan mudah tergelincir dari kursi mandi dan terperangkap di bawah atau di sela kursi tanpa bisa kembali ke atas permukaan air.Jangan pernah meninggalkan bayi atau balita di dalam bak rendam hanya di bawah pengawasan kakaknya, kecuali kakaknya sudah berusia 16 tahun atau lebih. Anak di bawah usia tersebut tidak sepantasnya dibebani tanggung jawab sebesar itu.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 92Pasanglah pengaman pada kloset dan tempat air terbuka lainnya. Tutup kloset duduk di rumah harus diberi kunci pengaman. Jangan biarkan ember air atau cairan lain di dapur, kamar mandi, garasi, atau tempat lain di rumah terjangkau oleh bayi. Akuarium, air mancur, dan tempat air lainnya harus ditutup atau dijauhkan dari jangkauan mereka.Kosongkan mainan air dan ember segera setelah Anda menggunakannya.Jangan biarkan air menggenang di wastafel.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 103Ajari anak mengenai keamanan di air. Setelah bayi Anda cukup besar untuk memahami bahwa air bisa membahayakan, ajari mereka cara yang benar untuk bersikap di dekat sumber air. Jangan biarkan mereka memainkan keran air tanpa pengawasan orang dewasa. Pastikan juga anak anak yang lebih besar menyadari tindakan keamanan yang harus dilakukan untuk menjaga bayi dari air. Apalagi jika ia merasa kolam renang itu nyaman untuknya. Pilihlah kolam renang yang terjaga kebersihannya, jernih, airnya tidak terlalu dingin, tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Selain itu carilah kolam renang dengan tempat mandi khusus untuk si kecil. Untuk keamanan, gunakan pelampung bayi seperti Neck Ring, yang tepat ukuran dan tekanan anginnya. Dalam melatih bayi berenang, pastikan Anda selalu mendampinginya. Ajari ia menggerak gerakkan kaki dan tangan. Jangan sampai kepalanya terbenam dalam air. Jika bayi Anda sudah tampak menggigil atau kulitnya menjadi putih keriput, segara selesaikan acara berenang Anda. Waktu maksimal untuk si kecil berenang adalah 20 menit. Kemudian, mandikan si kecil dan baluri tubuhnya dengan minyak telon.

Pakaikan baju hangat dan susui. Ia pun akan merasa aman dan terlindungi.Jika dilakukan dengan benar dan rutin, melatih bayi berenang bisa mendatangkan banyak manfaat untuk si kecil dan Anda sendiri. Manfaat yang pertama adalah melatih keberaniannya sejak dini. Ketika dewasa ia akan sudah terbiasa dengan olahraga air dan mampu menguasai rasa takutnya. Berenang juga bermanfaat untuk mengasah kemandirian dan percaya dirinya. Yang kedua, renang bermanfaat membantu pertumbuhan otot si kecil karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit. Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya. Selamat berlatih berenang bersama si kecil kesayangan Anda. Baik saat membawa bayi berenang atau mandi sehari hari, Anda tentu harus memastikan dia berenang dengan aman. Bayi berusia setahun atau kurang berisiko besar untuk tenggelam, karena mereka belum bisa mendorong tubuhnya untuk mengambang ke atas permukaan air. Lanjutkan membaca untuk mengetahui cara melindungi bayi Anda di air. Menjaga Keamanan di Air di Luar RuanganGambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 11Jangan pernah meninggalkan bayi di dekat air tanpa diawasi.[1] Bayi bisa tenggelam dalam air yang sangat dangkal sekalipun, jadi tidak ada cara yang aman untuk membiarkan dia bermain di air sendirian. Jangan pernah meninggalkan bayi Anda sekalipun hanya beberapa detik dan lokasi airnya dekat. Risiko bayi merangkak dan terpeleset ke bawah terlalu besar.Berpaling dari bayi atau membaca buku saat dia bermain air, sekalipun Anda hanya duduk beberapa meter dari dia, bisa mengakibatkan konsekuensi yang berbahaya. Awasi bayi Anda sepanjang waktu.Jika sudah berkaitan dengan air, entah itu kolam renang, danau, atau bahkan genangan air, sebaiknya jangan membiarkan bayi berkeliaran terlalu jauh, sekalipun Anda mengawasinya. Jaga dia agar selalu ada di dekat Anda.Pastikan ada penjaga di area berenang, tetapi jangan mengandalkan mereka untuk mengawasi bayi Anda. Penjaga harus mengawasi banyak orang, sementara bayi Anda harus diawasi terus menerus. Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 22Pasangi bayi Anda pelampung khusus.

Saat berenang, pakaikan bayi Anda pelampung yang akan membuat kepalanya tetap mengambang di atas permukaan air. Gunakan pelampung yang ukurannya pas dengan tubuh bayi. Biasanya ada ukuran untuk bayi seberat 4 Kg ke atas. Jangan pernah menggunakan pelampung untuk dewasa, rakit tiup atau ban, atau mainan air untuk membuat bayi Anda mengambang. Semuanya terlalu besar dan bayi bisa dengan mudah tergelincir darinya. [2]Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 33Tutup dan pagari area perairan. Jika Anda memiliki kolam renang di belakang rumah, kolam ikan, atau tempat air terbuka lain, tutuplah semuanya. Kolam renang seharusnya dipagari dengan pintu yang terkunci. Bahkan, seember air pun bisa menjadi risiko besar bagi bayi atau balita. Jadi berhati hatilah dengan semuanya.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 44Pastikan kolam renang Anda memiliki sistem keamanan pengurasan. Ketika air dikuras dari kolam renang atau kolam air panas, air akan tersedot. Sistem pengurasan Anda sebaiknya dilengkapi dengan penutup antijebakan atau sistem keamanan sejenis lainnya untuk mencegah bayi tersedot ke bawah air. Mintalah teknisi kolam renang untuk datang ke rumah Anda dan memastikan sistem tersebut dipasang dengan benar.[3]Pastikan kolam renang lain yang mungkin Anda gunakan dengan bayi, seperti kolam renang teman atau keluarga, juga memiliki sistem keamanan seperti ini.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 55Ajari bayi Anda berenang. Kursus berenang biasanya tersedia untuk bayi usia 1 tahun ke atas. Namun jangan pernah beranggapan bahwa jika bayi Anda bisa berenang, berarti dia tidak akan tenggelam.

Pengawasan yang terus menerus dan dari jarak dekat harus tetap dilakukan kepada semua umur dan semua tingkat kemampuan berenang. Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 66Praktikkan prosedur keamanan kapal. Semua orang di kapal, termasuk orang dewasa, harus memakai pelampung untuk memberikan contoh yang baik. Bayi yang dibawa naik kapal harus diawasi sepanjang waktu dan jangan sampai memanjat sisi kapal. Sebagai orang dewasa, tugas Andalah untuk selalu mengukur bahaya di air. Andalah yang harus menentukan tindakan selanjutnya:Apakah badainya terlalu besar untuk pergi berlayar.Apakah airnya terlalu dingin, gelombangnya terlalu besar, risikonya terlalu tinggi untuk berenang.Apakah ada perlengkapan keselamatan jiwa yang memadai di kapal atau di pantai (misalnya, ada penjaga pantai).Apakah anak anak lainnya bertindak terlalu riuh di dekat bayi atau balita Anda.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 77Pelajari cara melakukan pernapasan buatan kepada bayi. Dalam kasus ketika anak menelan air dan mulai tenggelam, Anda harus tahu cara menyelamatkannya. Pelajarilah pertolongan pertama untuk bayi yang tenggelam agar Anda bisa menolong mereka saat terjadi keadaan darurat.[4]Metode2Menjaga Keamanan di Air di Dalam RuanganGambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 81Gunakan cara yang benar untuk memandikan bayi. Isilah bak rendam dangkal dengan air hangat sekitar 3 hingga 5 cm. Jangan pernah membiarkan kepala bayi terendam air ketika Anda memandikannya. Ciduklah air dengan tangan atau gayung, lalu siramkan dengan lembut ke tubuh bayi.Jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan ketika dia sedang mandi. Air sedangkal beberapa sentimeter pun bisa mengancam jiwanya.Jangan menggunakan kursi mandi bayi.

Menurut Safe Kids Worldwide, delapan anak per tahunnya tenggelam akibat pemakaian kursi mandi bayi. Bayi, balita, dan anak anak bisa dengan mudah tergelincir dari kursi mandi dan terperangkap di bawah atau di sela kursi tanpa bisa kembali ke atas permukaan air.Jangan pernah meninggalkan bayi atau balita di dalam bak rendam hanya di bawah pengawasan kakaknya, kecuali kakaknya sudah berusia 16 tahun atau lebih. Anak di bawah usia tersebut tidak sepantasnya dibebani tanggung jawab sebesar itu.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 92Pasanglah pengaman pada kloset dan tempat air terbuka lainnya. Tutup kloset duduk di rumah harus diberi kunci pengaman. Jangan biarkan ember air atau cairan lain di dapur, kamar mandi, garasi, atau tempat lain di rumah terjangkau oleh bayi. Akuarium, air mancur, dan tempat air lainnya harus ditutup atau dijauhkan dari jangkauan mereka.Kosongkan mainan air dan ember segera setelah Anda menggunakannya.Jangan biarkan air menggenang di wastafel.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 103Ajari anak mengenai keamanan di air. Setelah bayi Anda cukup besar untuk memahami bahwa air bisa membahayakan, ajari mereka cara yang benar untuk bersikap di dekat sumber air. Jangan biarkan mereka memainkan keran air tanpa pengawasan orang dewasa. Pastikan juga anak anak yang lebih besar menyadari tindakan keamanan yang harus dilakukan untuk menjaga bayi dari air. Banyak loh manfaatnya bayi berenang itu, salah satunya bisa melatih pernapasan,menggerakkan seluruh badan, menenangkan pikiran, melatih kemandirian dan rasa percaya diri bayi. Pokoknya bayi dan anak kan identik dengan main air…make him happy with swimming pokoknya mah, Raffi asyik ngambang dan berenang Ini saya ambil potongan berenang Raffi saat saya selamin ke air…Dia berani kan sendiri dikolam seleher ^^Oh ya, untuk pakaian renang bayi pakai senyamannya saja.

Untuk mencegah kenapa kenapa, takut pup, pakaikan disposable swim baby diaper seperti merek huggies atau charlie banana juga bisa. Kalau misalnya susah pakaikan training pants aja.. Dulu juga Raffi saya pakein itu saja kok, soalnya disposable swim itu rada mahal harganya xD *irit gitu… Kalau Raffi sekarang saya pakaikan swim wear biasa karena dia sudah lulus toilet training.Berapa lama diair? Kalau bayi dibawah 1 tahun, lebih baik jangan lebih dari setengah jam. Mulailah 5 menit, 10 menit, 20 menit sampai setengah jam. Lihat tingkat nyaman si bayi… Kalau untuk diatas setahun, bolehlah sejaman.. Raffi juga sejaman kok berenangnya sekarang… Lihat kalau bayi sudah merasa nggak nyaman atau terlihat kedinginan segera angkat.Bawa camilan dan air hangat (susu hangat juga boleh), biar dia makan dan minum tetap. Tapi keluar dari kolam dulu ya, jangan diajarkan makan saat berenang.. Bisa ditegur life guard disana nanti hahaha. Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya. Selamat berlatih berenang bersama si kecil kesayangan Anda. Baik saat membawa bayi berenang atau mandi sehari hari, Anda tentu harus memastikan dia berenang dengan aman. Bayi berusia setahun atau kurang berisiko besar untuk tenggelam, karena mereka belum bisa mendorong tubuhnya untuk mengambang ke atas permukaan air. Lanjutkan membaca untuk mengetahui cara melindungi bayi Anda di air. Menjaga Keamanan di Air di Luar RuanganGambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 11Jangan pernah meninggalkan bayi di dekat air tanpa diawasi.[1] Bayi bisa tenggelam dalam air yang sangat dangkal sekalipun, jadi tidak ada cara yang aman untuk membiarkan dia bermain di air sendirian. Jangan pernah meninggalkan bayi Anda sekalipun hanya beberapa detik dan lokasi airnya dekat. Risiko bayi merangkak dan terpeleset ke bawah terlalu besar.Berpaling dari bayi atau membaca buku saat dia bermain air, sekalipun Anda hanya duduk beberapa meter dari dia, bisa mengakibatkan konsekuensi yang berbahaya.

Awasi bayi Anda sepanjang waktu.Jika sudah berkaitan dengan air, entah itu kolam renang, danau, atau bahkan genangan air, sebaiknya jangan membiarkan bayi berkeliaran terlalu jauh, sekalipun Anda mengawasinya. Jaga dia agar selalu ada di dekat Anda.Pastikan ada penjaga di area berenang, tetapi jangan mengandalkan mereka untuk mengawasi bayi Anda. Penjaga harus mengawasi banyak orang, sementara bayi Anda harus diawasi terus menerus. Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 22Pasangi bayi Anda pelampung khusus. Saat berenang, pakaikan bayi Anda pelampung yang akan membuat kepalanya tetap mengambang di atas permukaan air. Gunakan pelampung yang ukurannya pas dengan tubuh bayi. Biasanya ada ukuran untuk bayi seberat 4 Kg ke atas. Jangan pernah menggunakan pelampung untuk dewasa, rakit tiup atau ban, atau mainan air untuk membuat bayi Anda mengambang. Semuanya terlalu besar dan bayi bisa dengan mudah tergelincir darinya. [2]Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 33Tutup dan pagari area perairan. Jika Anda memiliki kolam renang di belakang rumah, kolam ikan, atau tempat air terbuka lain, tutuplah semuanya. Kolam renang seharusnya dipagari dengan pintu yang terkunci. Bahkan, seember air pun bisa menjadi risiko besar bagi bayi atau balita. Jadi berhati hatilah dengan semuanya.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 44Pastikan kolam renang Anda memiliki sistem keamanan pengurasan. Ketika air dikuras dari kolam renang atau kolam air panas, air akan tersedot. Sistem pengurasan Anda sebaiknya dilengkapi dengan penutup antijebakan atau sistem keamanan sejenis lainnya untuk mencegah bayi tersedot ke bawah air. Mintalah teknisi kolam renang untuk datang ke rumah Anda dan memastikan sistem tersebut dipasang dengan benar.[3]Pastikan kolam renang lain yang mungkin Anda gunakan dengan bayi, seperti kolam renang teman atau keluarga, juga memiliki sistem keamanan seperti ini.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 55Ajari bayi Anda berenang. Kursus berenang biasanya tersedia untuk bayi usia 1 tahun ke atas. Namun jangan pernah beranggapan bahwa jika bayi Anda bisa berenang, berarti dia tidak akan tenggelam.

Pengawasan yang terus menerus dan dari jarak dekat harus tetap dilakukan kepada semua umur dan semua tingkat kemampuan berenang. Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 66Praktikkan prosedur keamanan kapal. Semua orang di kapal, termasuk orang dewasa, harus memakai pelampung untuk memberikan contoh yang baik. Bayi yang dibawa naik kapal harus diawasi sepanjang waktu dan jangan sampai memanjat sisi kapal. Sebagai orang dewasa, tugas Andalah untuk selalu mengukur bahaya di air. Andalah yang harus menentukan tindakan selanjutnya:Apakah badainya terlalu besar untuk pergi berlayar.Apakah airnya terlalu dingin, gelombangnya terlalu besar, risikonya terlalu tinggi untuk berenang.Apakah ada perlengkapan keselamatan jiwa yang memadai di kapal atau di pantai (misalnya, ada penjaga pantai).Apakah anak anak lainnya bertindak terlalu riuh di dekat bayi atau balita Anda.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 77Pelajari cara melakukan pernapasan buatan kepada bayi. Dalam kasus ketika anak menelan air dan mulai tenggelam, Anda harus tahu cara menyelamatkannya. Pelajarilah pertolongan pertama untuk bayi yang tenggelam agar Anda bisa menolong mereka saat terjadi keadaan darurat.[4]Metode2Menjaga Keamanan di Air di Dalam RuanganGambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 81Gunakan cara yang benar untuk memandikan bayi. Isilah bak rendam dangkal dengan air hangat sekitar 3 hingga 5 cm. Jangan pernah membiarkan kepala bayi terendam air ketika Anda memandikannya. Ciduklah air dengan tangan atau gayung, lalu siramkan dengan lembut ke tubuh bayi.Jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan ketika dia sedang mandi. Air sedangkal beberapa sentimeter pun bisa mengancam jiwanya.Jangan menggunakan kursi mandi bayi. Menurut Safe Kids Worldwide, delapan anak per tahunnya tenggelam akibat pemakaian kursi mandi bayi. Bayi, balita, dan anak anak bisa dengan mudah tergelincir dari kursi mandi dan terperangkap di bawah atau di sela kursi tanpa bisa kembali ke atas permukaan air.Jangan pernah meninggalkan bayi atau balita di dalam bak rendam hanya di bawah pengawasan kakaknya, kecuali kakaknya sudah berusia 16 tahun atau lebih.

Anak di bawah usia tersebut tidak sepantasnya dibebani tanggung jawab sebesar itu.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 92Pasanglah pengaman pada kloset dan tempat air terbuka lainnya. Tutup kloset duduk di rumah harus diberi kunci pengaman. Jangan biarkan ember air atau cairan lain di dapur, kamar mandi, garasi, atau tempat lain di rumah terjangkau oleh bayi. Akuarium, air mancur, dan tempat air lainnya harus ditutup atau dijauhkan dari jangkauan mereka.Kosongkan mainan air dan ember segera setelah Anda menggunakannya.Jangan biarkan air menggenang di wastafel.Gambar berjudul Protect a Baby from Drowning Step 103Ajari anak mengenai keamanan di air. Setelah bayi Anda cukup besar untuk memahami bahwa air bisa membahayakan, ajari mereka cara yang benar untuk bersikap di dekat sumber air. Jangan biarkan mereka memainkan keran air tanpa pengawasan orang dewasa. Pastikan juga anak anak yang lebih besar menyadari tindakan keamanan yang harus dilakukan untuk menjaga bayi dari air.

Advertisements
%d bloggers like this: